Saat ini bila kita melihat keadaan bumi yang kita tinggali terutama tanah yang kita pijak yaitu di indonesia, kondisinya semakin memprihatinkan... meski ada beberapa yang masih terjaga, namun hal itu tidak merubah keadaan dengan signifikan...
Sabtu, 28 Mei 2011
Batik Penyumbang Polusi Bengawan Solo
Siapa yang tak kenal sungai Bengawan Solo? Sungai yang menjadi inspirasi bagi maestro keroncong Almarhum Gesang ini, merupakan sungai yang menjadi sumber penghidupan di masyarakat Jawa Tengah khususnya yang tinggal disekitar sungai tersebut. Namun ternyata keindahan sungai tersebut harus terusik oleh polusi air limbah industri yang berasal dari kota budaya tersebut, ya... Solo yang merupakan kota batik mempunyai sekitar 2500 industri batik yang beroperasi. dan ternyata dari 2500 industri batik yang ada di kota Solo, hanya sekitar 4% nya saja yang melakukan pengolahan limbah industri sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah, sehingga pencemaran pun tak dapat di hindari lagi. dan akibat dari beberapa pengusaha nakal tersebut sekarang air sungai bengawan solo sudah memasuki level berbahaya bagi makhluk hidup khusunya manusia. Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang menderita gatal-gatal akibat menggunakan air sungai bengawan Solo untuk MCK, di samping itu juga kondisi air yang sekarang ini menjadi berwarna pekat dan bau menyengat, hal ini disebabkan karena air limbah yang mengalir dari pabrik batik tersebut terdiri dari bahan-bahan kimia textil dan bahan pewarna textil yang yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Meski Pemerintah Daerah setempat sudah melakukan pengawasan atas persoalan limbah di sungai Bengawan Solo dengan cara memasang alat deteksi limbah beracun di beberapa pabrik batik yang ada di kota tersebut, namun hal ini tidak merubah kondisi air sungai Bengawan Solo, hal ini karena alat deteksi tersebut tidak terpasang secara merata di seluruh pabrik yang beroperasi dan sanksi yang lemah bahkan bisa dibilang tidak ada. Sungguh memprihatinkan memang... tapi seperti inilah keadaannya.
Dan kenyataan inilah yang menyebabkan air bersih semakin sulit didapatkan, kondisi kesehatan masyarakat juga semakin terpuruk apalagi di perparah dengan mahalnya pengobatan sekarang dan tidak adanya kesadaran kita semua untuk sama-sama menjaga sumber air kita sendiri. Inilah salah satu bukti dari kecerobohan kita sebagai manusia, meski kita punya hati nurani dan akal namun bila tanpa kesadaran yang tinggi untuk merubah kerusakan alam ini maka kepunahan manusia pun tidak dapat di cegah lagi... pertanyaan saya hanya satu, bagaimanakah nasib nak cucu kita nanti ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar